PWMJATENG.COM, SEMARANG – SMK Muhammadiyah 1 Semarang (SMK MUTUSMART), ditunjuk sebagai SMK Pusat Keunggulan (Center of Excelence/CoE) oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat SMK. Program tersebut guna menjadi sekolah bermutu dari sisi kualitas pelayanan, pendidik, program, dan lulusan, Kamis (17/12/2020).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Jawa Tengah, Budi Santoso mengatakan, SMK CoE harus mempunyai mutu yang bagus dan mengapresiasi sekolah yang ingin maju.

“Saya mengapresiasi SMK Muhammadiyah 1 Semarang yang ingin berkembang dan maju. Karena sekolah ini sudah mempunyai gedung yang besar,” kata dia sekaligus membuka kegiatan Workshop Evaluasi Pelaksanaan Pembelajaran SMK CoE tahun 2020 di Ruang Praktik Siswa (RPS) Animasi SMK Muhammadiyah 1 Semarang.

Lanjutnya, SMK Muhammadiyah 1 Semarang sudah terpilih menjadi sekolah CoE harus dapat menjaga mutu dengan baik. Mutu tersebut dari kualitas pelayanan, pendiidk, program, dan lulusan. Bukan hanya dari bangunan fisik.

“Jaga mutu itu penting. Jangan sampai gedungnya megah, tapi tidak ada muridnya,” ujarnya.

Pendamping Nasional Pembinaan Mutu SMK COE, Heru Subagiyo mengatakan, fisik sekolah mudah untuk membangun tetapi isi didalam sekolah yang terpenting.

“Isi itu penting dari pada bangunan fisik yang megah. Bila murid sedikit harus berkualitas. Ini bisa menjadi promosi keluar karena lulusan bermutu. Terlebih budaya kerja sudah dapat program dari pemerintah. Tinggal melakukan,” kata dia.

Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Nur Indah Yuniarti mengatakan, saat ditunjuk sebagai SMK Pusat Keunggulan (Center of Excelence) punya tantangan untuk mengawal putra-putri bangsa menjadi generasi unggul.

“Punya tantangan untuk mengawal putra-putri bangsa yang diamanahkan dalam satuan pendidikan agar menjadi generasi yang unggul di bidangnya,” ujarnya.

Lanjutnya, SMK CoE dengan core di Kompetensi Keahlian Animasi masuk dalam bidang Ekonomi Kreatif. Hal ini peluang bagi SMK Muhammadiyah 1 Semarang untuk berperan dalam mencetak generasi unggul dan kompeten untuk menjemput bonus demografi di Indonesia.

“Memiliki soft skill prima, siap kerja, serta unggul dan kompeten menjadi amanah besar bagi sekolah kami. Dengan begitu, kelak saat bonus demografi di Indonesia benar-benar terjadi maka Indonesia sudah memiliki sumber daya manusia unggul dan kompeten yang akan membawa negara ini menjadi lebih maju lagi,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan