Kupas tuntas Kiat Sukses Asuh Anak, Kyai Fahrurozi Ingatkan Bahaya “Setan Gepeng” dalam Rumah

SMK Muhammadiyah 1 Semarang menyelenggarakan kegiatan Smart Parenting bertema “Keluarga sebagai Sekolah Pertama, Orangtua adalah Guru Utama” pada Jumat, 24/07/2026, bertempat di aula sekolah setempat. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid dan wali murid kelas X, serta guru dan karyawan SMK Muhammadiyah 1 Semarang.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. KH. Fachrur Rozi, M.Ag., yang merupakan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang.
Dalam pemaparannya, Dr. KH. Fachrur Rozi menyampaikan bahwa anak pada dasarnya merupakan peniru dari segala kebiasaan yang terbentuk di dalam rumah.

Beliau mengajak para orang tua untuk menerapkan tiga kunci utama dalam mendidik anak, yaitu confidence (keyakinan), commitment (komitmen), dan communication (komunikasi). Ketiga hal tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun karakter anak di era digital.
Beliau juga mengingatkan agar gawai atau ponsel pintar yang diibaratkan sebagai “setan gepeng” tidak sampai merampas momen-momen berharga bersama putra-putri tercinta.
Kegiatan berlangsung interaktif, terlihat dari antusiasme para orangtua dalam mengikuti sesi diskusi. Salah satu peserta bahkan mengajukan pertanyaan terkait isu bullying, yang kemudian memperkaya jalannya diskusi.

Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Dikdasmen dan PNF PDM Kota Semarang, Dr. Erwan Rohmat, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Dr. Erwan Rohmat menekankan bahwa orangtua memiliki peran yang sangat penting dalam proses pendidikan anak. Ia mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh SMK Muhammadiyah 1 Semarang tersebut, sebab menurutnya kesuksesan anak sangat ditentukan oleh peran utama orangtua di rumah.

Kegiatan Smart Parenting ini menjadi bukti nyata komitmen SMK Muhammadiyah 1 Semarang dalam menjaga amanah yang dititipkan orangtua kepada sekolah. Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat mewujudkan lulusan yang berkarakter islami, kompeten, peduli, mampu terserap dunia kerja maupun berwirausaha, serta memiliki daya saing global.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara orang tua dan sekolah sehingga kebiasaan-kebiasaan baik yang ditanamkan di lingkungan sekolah dapat terus dilanjutkan di rumah. Dengan demikian, pendidikan karakter tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi menjadi gerakan bersama yang dimulai dari keluarga sebagai sekolah pertama dan orang tua sebagai guru utama.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top