GULA Aren SMK Muhammadiyah 1 Semarang Bahas Strategi Penguatan Literasi Sekolah

Semarang, 22 Mei 2026 – Suasana ruang rapat SMK Muhammadiyah 1 Semarang pada Jumat (22/5/2026) siang tampak hidup dan penuh antusiasme. Melalui program GULA Aren (Guru Belajar biAR keREN), para guru dan karyawan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) bertema “Strategi Penguatan Literasi Sekolah” yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB.
Kegiatan yang dipandu langsung oleh Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Lukman Hakim, S.Pd., M.M., ini menjadi ruang bersama untuk bertukar gagasan sekaligus merumuskan berbagai strategi penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Seluruh guru dan karyawan hadir sebagai pembahas aktif yang memberikan masukan berdasarkan pengalaman masing-masing.
Dalam pemaparannya, Lukman Hakim menjelaskan bahwa penguatan literasi sekolah perlu dibangun secara sistematis melalui tiga tahapan utama, yaitu pembiasaan, pengembangan, dan pembelajaran. Melalui diskusi yang berlangsung dinamis, peserta berhasil mengidentifikasi lebih dari 20 aktivitas literasi yang dapat diterapkan untuk memperkuat budaya belajar di sekolah.
Salah satu topik yang paling banyak mendapat perhatian adalah penerapan model Socratic Seminar, sebuah metode diskusi yang mendorong peserta didik berpikir kritis, berargumentasi, dan menghargai pendapat orang lain. Model ini dinilai cukup familiar karena telah sering digunakan oleh guru-guru SMK Muhammadiyah 1 Semarang dalam berbagai kegiatan pembelajaran.
Dalam sesi diskusi, Rifa’i, S.H.I., M.S.I. membagikan pengalaman praktisnya saat memfasilitasi diskusi kelas. Menurutnya, ketika suasana diskusi mulai berjalan lambat atau mengalami kebuntuan, guru dapat menunjuk siswa yang memiliki kemampuan komunikasi baik untuk menjadi pemantik dan dinamisator diskusi.
“Ketika diskusi mulai mandek, guru bisa mendorong siswa yang komunikatif untuk memancing munculnya ide-ide baru sehingga percakapan kembali hidup,” ujarnya.
Pandangan berbeda disampaikan oleh Dr. Duwi Miyanto, M.Pd.I. Ia menilai bahwa kesempatan berbicara tidak hanya diberikan kepada siswa yang sudah aktif. Menurutnya, siswa yang selama ini cenderung pasif juga perlu didorong agar berani menyampaikan pendapatnya.
“Jangan hanya mengandalkan siswa yang sudah terbiasa berbicara. Siswa yang biasa-biasa saja juga harus diberikan ruang dan dorongan agar berkembang rasa percaya dirinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Rizki Annisa, S.Hum., M.Pd. menawarkan strategi agar diskusi yang dilakukan siswa menjadi lebih berbobot dan kaya perspektif. Ia menyarankan agar guru menginformasikan tema diskusi jauh hari sebelumnya sehingga peserta didik memiliki kesempatan mencari referensi dan memperkaya wawasan terkait topik yang akan dibahas.
“Ketika siswa sudah mengetahui tema sebelumnya, mereka dapat membaca berbagai sumber terlebih dahulu. Dengan begitu, diskusi menjadi lebih bernas, argumentatif, dan tidak sekadar berbicara berdasarkan dugaan,” jelasnya.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyepakati pentingnya menciptakan budaya komunikasi yang positif dalam proses pembelajaran. Guru diharapkan menghindari penggunaan kalimat-kalimat negatif yang dapat membuat siswa takut berpendapat, khawatir disalahkan, atau merasa malu di hadapan teman-temannya. Lingkungan belajar yang aman dan menghargai setiap pendapat diyakini menjadi fondasi utama tumbuhnya budaya literasi yang kuat.
Melalui kegiatan GULA Aren ini, SMK Muhammadiyah 1 Semarang kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan budaya literasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Berbagai gagasan yang muncul dalam forum tersebut akan menjadi bahan tindak lanjut untuk memperkuat implementasi literasi sekolah secara berkelanjutan.
“Literasi bukan sekadar membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan berpikir, berdialog, dan membangun pemahaman bersama. Karena itu, seluruh warga sekolah memiliki peran untuk menumbuhkannya,” pungkas Lukman Hakim.

KiniLebihBaik #SMKMuhammadiyah1Semarang #GULAAren #LiterasiSekolah #SekolahPusatKeunggulan

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top