Menembus Batas Global, Langkah Mantap SMK Muhammadiyah 1 Semarang Menuju Sekolah Mendunia

Komitmen SMK Muhammadiyah 1 Semarang untuk terus bertumbuh dan memperluas jejaring hingga tingkat global kembali diwujudkan melalui peningkatan kompetensi para guru. Selama dua hari, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang Lukman Hakim bersama dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, tim jurnalistik, dan tim konten untuk mengikuti Workshop Evaluasi SPMB dan Kebekerjaan Luar Negeri yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SMK Muhammadiyah Jawa Tengah.
Tak sekadar menjadi peserta, Teaching Factory (Tefa) SMK Muhammadiyah 1 Semarang juga dipercaya mendokumentasikan seluruh rangkaian kegiatan workshop melalui produksi foto dan video selama pelaksanaan acara. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk kepercayaan terhadap kemampuan tim kreatif sekolah.
Workshop yang berlangsung pada Selasa–Rabu, 4–5 Agustus 2026, di Hotel Gracia tersebut diikuti ratusan perwakilan SMK Muhammadiyah dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang bersama untuk berbagi pengalaman, memperkaya wawasan, dan memperkuat kualitas pendidikan di lingkungan SMK Muhammadiyah.

Sejak hari pertama, peserta disuguhkan berbagai materi yang relevan dengan tantangan pendidikan saat ini. Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai kebijakan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah oleh Rohmat Suprapto. Selanjutnya, peserta memperoleh wawasan tentang kebekerjaan luar negeri melalui skema P3MI yang disampaikan oleh R. Aris Susanto, M.Pd. Materi ini membuka perspektif baru mengenai peluang lulusan SMK untuk berkarier di tingkat internasional sekaligus memperkuat citra sekolah di tengah masyarakat.
Suasana belajar semakin hidup saat sesi Focus Group Discussion (FGD), di mana para peserta saling bertukar pengalaman, gagasan, dan praktik baik yang telah diterapkan di sekolah masing-masing.
Pada hari kedua, perhatian peserta tertuju pada materi bertajuk Membangun Branding Sekolah yang disampaikan oleh Ade Chandra Sutrisna atau yang akrab disapa Kang Chandra. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, ia mengajak peserta melihat kembali berbagai kesalahan yang sering terjadi dalam membangun citra sekolah. Tak hanya mengulas teori, Kang Chandra juga membagikan strategi dan langkah-langkah praktis agar sekolah mampu membangun identitas yang kuat, dipercaya masyarakat, dan tetap relevan di era digital.

Menanggapi keikutsertaan para guru dalam workshop tersebut, Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Lukman Hakim, S.Pd., M.M. menegaskan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan investasi penting bagi kemajuan sekolah.

“Bagi SMK Muhammadiyah 1 Semarang, menjadi pendidik berarti tidak pernah berhenti belajar. Keikutsertaan para guru dalam workshop ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas wawasan, dan mengikuti dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, guru yang terus bertumbuh akan mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih bermakna dan relevan dengan kebutuhan zaman. Karena itu, setiap pengalaman belajar yang diperoleh guru di luar sekolah diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi dapat diimplementasikan dalam berbagai inovasi pembelajaran dan pengembangan sekolah.

“Bekal ilmu, inspirasi, dan jejaring yang diperoleh selama workshop diharapkan dapat diterapkan di sekolah sehingga mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kualitas layanan pendidikan, serta mengantarkan SMK Muhammadiyah 1 Semarang semakin berdaya saing dan semakin mantap melangkah menuju sekolah yang mendunia,” pungkasnya.
Dengan semangat terus belajar, berkolaborasi, dan beradaptasi dengan perubahan zaman, SMK Muhammadiyah 1 Semarang optimistis dapat terus melahirkan lulusan yang unggul, berkarakter, siap berkarya di dunia kerja, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top