Semarang, 17 Juli 2025 – Sebanyak 150 murid baru kelas X SMK Muhammadiyah 1 Semarang dibersamai oleh 26 mahasiswa praktik LANTIP UNNES hari ini turun langsung membersihkan bantaran Banjir Kanal Barat, tepatnya di kawasan Pleret, Semarang. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 yang mengusung tema “Bmiku adalah Nafasku”.Dengan peralatan sederhana seperti sapu, engkrak, dan karung, para siswa tampak antusias dan kompak memunguti sampah serta membersihkan semak-semak di pinggiran sungai yang sempat viral beberapa waktu lalu karena dijadikan tempat bermain anak-anak dan remaja, terutama di area plosotan air alami.Kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang, LUKMAN Hakim, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan sarana pembentukan karakter peduli lingkungan bagi peserta didik baru.> “Kami ingin menanamkan nilai kepedulian sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Lingkungan yang bersih dan sehat adalah tanggung jawab bersama, dan dimulai dari langkah kecil seperti ini,” ujar Lukman.Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga sekitar. Salah satu tokoh masyarakat Pleret, Bapak Suwito, menyatakan apresiasinya terhadap sekolah yang melibatkan siswa secara nyata dalam kegiatan sosial.> “Anak-anak muda seperti inilah yang dibutuhkan lingkungan kita. Semoga mereka bisa menjadi pelopor gerakan peduli sungai di masa depan,” ujarnya.Dengan semangat kebersamaan, kegiatan berlangsung selama lebih dari dua jam dan menghasilkan belasan karung sampah yang berhasil dikumpulkan. Selain memberikan pengalaman langsung, kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan karakter bisa diimplementasikan melalui aksi nyata.
