
SMK Muhammadiyah 1 Semarang menggelar Ideopolitor (Ideologi, Politik, Organisasi) dan Rakerpim (Rapat Kerja Pimpinan) pada Senin (7/7/2025) di RPS 2 lantai 3. Mengusung tema “Solid dan Militan menuju AUM yang Unggul dan Berkemajuan”, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat ideologi, dan semangat kader persyarikatan dalam berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan.
Kegiatan yang dihadiri oleh guru dan karyawan ini dimulai dengan penuh semangat, melalui pembukaan dan sambutan kepala sekolah SMK Muhammadiyah 1 Semarang, Lukman Hakim S.Pd dalam kesempatannya menyampaikan, pentingnya kegiatan Ideopolitor untuk memperkuat dan menyelaraskan pemahaman ideologi, politik, dan organisasi sehingga guru dan karyawan berperan aktif dalam menjalankan tugas-tugas tanpa adanya bias dan ketidak selarasan pikiran dalam gerakan Muhammadiyah. Di akhir sambutannya antusiasme guru dan karyawan semakin meningkat ketika kepala sekolah memberi hadiah kepada guru dan karyawan yang bisa menjawab dengan benar pertanyaan seputar Ideopolitor. Hadiah diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan kesungguhan guru serta karyawan dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui diskusi interaktif sesi pertama dalam kegiatan ini membahas tentang manhaj gerakan Muhammadiyah yang disampaikan oleh Muh. Rifa’i, S.HI., M.SI sebagai narasumber, dalam pemaparannya beliau menegaskan bahwa, menjadi Muhammadiyah bukan berarti meninggalkan atau melepaskan keislaman kita yang telah ada. Namun menguatkan, memperkaya, dan meneguhkan kembali keislaman kita dengan nilai-nilai kemuhammadiyahan. Beliau juga berharap materi ini dapat menjadi pondasi pemahaman yang kokoh tentang Muhammadiyah.
Kemudian sesi ke dua membahas tentang School Branding sebagai strategi mempromosikan SMK Muhammadiyah 1 Semarang dengan mengundang Fadhli Rahmat Wijaya, S.Ds. yang merupakan staf media dan komunikasi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Pada kesempatannya laki-laki yang akrab disapa Mas Fadhli tersebut memaparkan pentingnya membangun school branding, sehingga diharapkan guru dan karyawan dapat membangun citra sekolah yang positif. Strategi branding yang tepat dapat membantu sekolah meningkatkan reputasi dan kepercayaan masyarakat sehingga jumlah pendaftar juga akan meningkat.
Setelah sesi kedua berakhir kegiatan Ideopolitor diakhiri dengan doa, kemudian dilanjutkan Rakerpim, yang hanya diikuti pimpinan sekolah dan dilaksanakan secara tertutup agar lebih efektif membahas topik-topik yang sensitif dan strategis seperti kebijakan sekolah, pengembangan program, evaluasi kinerja dan membuat keputusan yang tepat untuk kemajuan sekolah.