
Smart class room SMK Muhammadiyah 1 Semarang menjadi pusat pembelajaran bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam kegiatan bertema “SMK Peduli UMKM”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (10/10/2025) ini berlangsung dengan meriah sekaligus penuh antusiasme dari para peserta yang turut serta dalam pelatihan berjudul “Strategi Optimalkan Sosial Media TikTok untuk Usaha”.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) kota Semarang yang bekerja sama dengan SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Kehadiran beberapa tokoh terkemuka dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata dari berbagai pihak terhadap pengembangan UMKM Semarang. Selain dihadiri oleh kepala SMK Muhammadiyah 1 Semarang Lukman Hakim, Ketua Forum Komunikasi Ormas Semarang Bersatu (FKSB) AM Jumai hadir memberikan dukungan terhadap kegiatan ini. Selain itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Semarang Soenarto, juga turut hadir memberikan sambutan serta menyampaikan sambutan tertulis dari wakil wali kota semarang yang berhalangan hadir.
Isna Rosiana selaku pemateri memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir “Saya sangat mengapresiasi antusiasme dan partisipasi aktif dari seluruh peserta. Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kapabilitas UMKM di Semarang,” ungkapnya.
Lebih dari 50 peserta dalam berbagai latar belakang usaha hadir dan menjadi bukti tingginya minat UMKM Semarang terhadap pelatihan ini. Mulai dari peserta yang baru memulai usaha sekitar dua bulan lalu, hingga mereka yang telah menjalankan usaha selama belasan dan puluhan tahun, semuanya berkumpul dengan semangat untuk memperkaya pengetahuan tentang pemasaran digital.
Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Dwiana Miranti yang saat ini mengelola rumah makan Condong Raos, telah melanjutkan usaha keluarga di bidang soto ayam selama lebih dari 15 tahun. Kehadiran beliau menunjukkan bahwa pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi tidak mengenal usia bisnis. Meski produk yang dijual sudah lama beredar dan dipercaya pelanggan, diperlukan strategi pemasaran terkini untuk tetap relevan di era digital.
Peserta lainnya yang juga menjadi perhatian adalah Ibu Masyitah, pemilik usaha telur asin dan aneka cemilan termasuk nasi box, yang telah beroperasi selama 5 tahun. Beliau memiliki harapan yang jelas dari pelatihan ini: menambah relasi bisnis, go public (memperluas jangkauan pasar), memahami strategi pemasaran yang efektif, sehingga produknya dapat dikenal oleh lebih banyak orang. Ibu Masyitah percaya bahwa dengan penguasaan strategi pemasaran digital melalui TikTok, usahanya dapat mencapai pertumbuhan yang lebih signifikan.
Para peserta memiliki harapan yang tinggi terhadap kegiatan pelatihan ini. Mengingat kondisi ekonomi yang sedang mengalami penurunan, peserta melihat pelatihan strategi TikTok sebagai solusi konkret untuk meningkatkan pendapatan usaha mereka.”Kegiatan seperti ini memberikan suntikan materi yang sangat berharga,” ungkap salah satu peserta. Tidak hanya sekadar teknis penggunaan platform, peserta juga mengharapkan mendapatkan pengetahuan dan ilmu yang dapat meningkatkan mental dan semangat untuk terus mengembangkan usaha.
Inisiatif “SMK Peduli UMKM” yang diselenggarakan SMK Muhammadiyah 1 Semarang ini mencerminkan komitmen dunia pendidikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal. Pelatihan seperti ini menjadi jembatan penting antara ilmu pengetahuan yang dimiliki institusi pendidikan dengan kebutuhan praktis para pelaku usaha di lapangan.