Digital hingga Manual, Begini Akhir Perjalanan Dana Kemanusiaan Murid SMK Mutu Smart untuk NTT.

Maulid Nabi SMK Mutu SMARTs

Ada kalanya kecintaan kepada Nabi tidak cukup diucapkan lewat lantunan shalawat semata, melainkan perlu diterjemahkan menjadi uluran tangan yang nyata. Semangat itulah yang menggerakkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) ranting SMK Muhammadiyah 1 Semarang untuk menghadirkan warna berbeda dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini. Bukan sekadar seremoni, peringatan kali ini dihiasi dengan gerakan penggalangan dana bagi saudara-saudara yang tengah berjuang memulihkan diri dari bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di tengah rasa syukur atas kelahiran sang kekasih Allah, para pelajar SMK Muhammadiyah 1 Semarang memilih untuk menundukkan hati, mengingat bahwa jauh di belahan timur negeri, ada saudara sebangsa yang tengah menghadapi duka akibat bencana alam. Dari kesadaran itu lahir sebuah ikhtiar sederhana namun penuh makna mengumpulkan sedikit demi sedikit rezeki, dari tangan ke tangan, dari layar ponsel ke barcode QRIS, hingga terkumpul menjadi aliran kepedulian.
Penggalangan dana ini digelar dengan dua cara agar semakin banyak tangan yang dapat menjangkau. Bagi yang ingin berbagi secara digital, kemudahan QRIS menjadi pintu masuk kepedulian, sementara bagi yang ingin merasakan kehangatan berbagi secara langsung, kotak amal pun turut disediakan. Dari kedua jalan itu, terkumpullah dana hingga mencapai angka jutaan rupiah, sebuah bukti bahwa kebaikan kecil, bila dihimpun bersama, dapat menjelma menjadi gelombang bantuan yang berarti.
Pada Kamis, 27/08/2026, hasil penggalangan dana tersebut secara resmi diserahkan kepada Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shodaqoh Muhammadiyah (LAZISMU). Penyerahan donasi ini menjadi bagian penting dari rangkaian aksi kepedulian IPM ranting SMK Muhammadiyah 1 Semarang. Selanjutnya, dana tersebut dipercayakan kepada LAZISMU untuk disalurkan kepada para korban bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), Muh Rifai, S.HI., M.Si., mengungkapkan bahwa di balik kegiatan ini tersimpan cita-cita besar untuk menumbuhkan karakter generasi muda. Baginya, Maulid Nabi bukan sekadar mengenang kisah masa lalu, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali akhlak mulia Rasulullah SAW dalam denyut kehidupan sehari-hari para pelajar.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan karakter anak agar dapat meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. Salah satu nilai yang sangat penting untuk dikembangkan dan ditanamkan kepada generasi muda SMK Muhammadiyah 1 Semarang adalah memiliki empati terhadap sesama,” ujar Muh Rifai.
Beliau menambahkan, empati bukanlah nilai yang tumbuh dengan sendirinya, melainkan harus disemai, dirawat, dan dipupuk sejak dini agar kelak berakar kuat dalam jiwa generasi muda. Sebab menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW tidak akan pernah selesai hanya dengan mengenang riwayat kelahirannya, tetapi harus terus hidup melalui setiap tindakan kecil yang penuh kasih kepada sesama manusia.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa jarak antara Semarang dan NTT, meski terbentang ribuan kilometer, dapat dipersempit oleh satu hal yaitu kepedulian. Setiap lembar rupiah yang terkumpul menjadi jembatan tak kasat mata, menghubungkan hati-hati pelajar murid SMK Muhammadiyah 1 Semarang dengan harapan-harapan yang tengah berjuang di ujung timur Indonesia.
Melalui aksi ini, IPM ranting SMK Muhammadiyah 1 Semarang berharap semangat berbagi tidak berhenti pada satu momentum semata, melainkan tumbuh menjadi tradisi kebaikan yang terus mengalir, menginspirasi lebih banyak lagi tangan untuk terulur, dan lebih banyak lagi hati yang tergerak demi kemanusiaan. Sebab pada akhirnya, meneladani Nabi bukan hanya soal mengenang kelahirannya, melainkan menghidupkan kembali cahaya kasih sayang yang pernah beliau tebarkan kepada semesta

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top